Posted on
thesurvivalist1.jpg

Download Film THE SURVIVALIST Full HD BluRay + Sub Indo

View: 3 views
Ketika akan menonton movie bertemakan survival, ada banyak hal yang tiba-tiba terlukis dalam benak. Contoh yang bisa admin tuliskan ialah usaha hidup di tengah kesulitan mirip tersesat dan kesulitan pangan. Dalam proses bertahan hidupnya, si karakter penyintas juga sudah terbiasa dalam menghadapi Mom Nature yang seakan tidak berkawan. Hampir semua movie survival memiliki definisi yang sama persis. Tidak terkecuali movie arahan Stephen Fingleton yang mengeksplorasi betapa kerasnya hidup di alam liar ini.


“The Survivalist” memakai latar dystopia. Pedalaman hutan yang masih rimbun pepohonan menjadi saksi si karakter utama. Sebut saja ia Sang Penyintas (Martin McCann). Movie ini tidak secara rinci mengenalkan namanya. Mungkin saja Stephen Fingleton yang juga menulis naskahnya ingin menguatkan kesan karakter yang misterius dan benar-benar menyatu dengan alam.
Sang Penyintas tinggal dalam sebuah rumah kabin di tengah hutan. Ia makan dari hasil hutan mirip jamur liar. Untuk memenuhi asupan setiap hari, ia juga menanam sendiri aneka tumbuhan di depan rumah kabinnya. Hampir tidak ada jenis hewan yang bisa dijerat untuk dimakan. Malahan yang ada justru sesama penyintas yang terkena jebakannya. Mereka tidak lain juga berjuang dari bencana kelaparan yang melanda period dalam movie ini.
Telah tujuh tahun Sang Penyintas hidup sendiri di tengah belantara. Bermodal senapan laras panjang, ia berhati-hati bila ada penyintas lain yang mencoba mendapatkan kerajaannya.” Hidupnya penuh dengan kewaspadaan tingkat tinggi. Setiap waktu yang ada merupakan ancaman yang dapat merenggut jiwanya.
Suatu ketika, datanglah dua orang wanita meminta makan. Kali ini benar-benar berbeda—begitu pikirnya. Biasanya, hanya para pria yang selalu ia temui. Wanita ialah insan langka yang ia lihat selama tujuh tahun ini. Wanita yang lebih tua bernama Kathryn (Olwen Fouere)—rambutnya panjang sebahu berwarna putih. Satunya lagi ialah Milja (Mia Goth)—tidak lain cucunya sendiri.
Tidak mudah bagi seorang asing untuk bersosialisasi dengan seorang penyintas. Apalagi hingga meminta jatah makanan. Sang Penyintas tidak lantas berbaik hati dengan memercayai mereka berdua. Kewaspadaan ia tingkatkan. Penawaran untuk barter dari wanita itu tidak membuat Sang Penyintas langsung menyanggupi permintaan. Ia masih todongkan laras panjangnya di depan Kathryn dan Milja. Bahkan ia menggeledah dengan amat teliti akan apa yang dibawa oleh mereka.